Translate

Cari Blog Ini

Rabu, 04 Januari 2017

Reinforcement of Reading habit through TBM as an Efffort of Improving Information Literacy

PERPUSINFO: Reinforcement of Reading habit through TBM as an Efffort of Improving Information Literacy By Sri Ati Suwanto and Tri Hardiningtyas Abstract. The article summarized the study entitled Reinforcement of Reading habit through TBM as an efffort of improving Information Literacy which was conducted in Semarang municipal city, in 2012. The aim of this study was to investigate whether or not reading habit could improve information literacy through the effort of TBM (colportage). The data were collected through literature study and analyzed using descriptive qualitative method. The results showed that according to the data from Indonesian Statistic Board, the number of illiterate people slightly decreased. It was shown by the number an increase in the number of the people who read newspapers above 50 %, magazine 29.22%, fiction 16.72%, school books 44.28% and knowledge books 21.07%. This implies that TBMs are able to improve information literacy by many activities to attract people to read, such as computer training, English speaking training, sewing, embroidering, cooking, and training in using Applied Technology (Tehnologi Tepat Guna). By conducting such activities, the reading habit of people surrounding TBM are increase. This can be seen from the lists of TBM’s visitors. When the users of TBM are literate, the flooded information will be a good reinforcement. By positive reinforcement of TBM, reading habit will improve. To increase reading habit, people, especially in North coastal area of Java, need efforts from governments, educators, managers of colportage, reading communities, libraries, and people who pay special attention to the development of reading habit. It is suggested that there should good cooperation among TBMs, library, the governments in order to create reading habit. By such cooperation, the National Movement of the Accelleration of the Illeteracy Eradication (Gerakan Nasional Penuntasan Buta huruf ) and 9-year Compulsory Education will surely be successful. Keywords : Taman Baca Masyarakat (TBM); Colportage; Information Literacy

Senin, 27 Januari 2014

PERILAKU INFORMASI MASYARAKAT PESISIR : STUDI KASUS DI TBM KOTA SEMARANG Oleh : Sri Ati Suwanto, Yuli Rohmi, Heriyanto, Diah Sri Rejeki

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku pencarian informasi pemakai TBM di kota Semarang. Subyek penelitian ini adalah perilaku informasi, dan objeknya pemakai TBM di Kota Semarang, dengan mengambil sampel TBM di daerah kecamatan Semarang Barat, Semarang Utara dan Semarang Selatan. Metode yang digunakan adalah studi kasus, dengan menggunakan wawancara dan observasi sebagai alat pengumpulan data. Informan dipilih dengan tehnik purposive samplaing, yang berarti apabila yang diwawancarai di TBM tsb.yang dianggap dapat memenuhi persyaratan penelitian, yaitu yang sering menggunakan TBM, dan yang bersedia diwawancarai. Jumlah informan untuk tiap TBM berkisar antara 5 sampai 10 orang, tergantung kesediaan informan yang diwawancarai, yang semula ditentukan 10 orang tiap informan, karena keterbatasan waktu. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas pengguna membutuhkan informasi mengenai hiburan dan informasi yang menunjang tugas sekolah, sedangkan perilaku pencarian informasi dilakukan dengan mendatangi langsung ke rak dan jika merasa kesulitan dalam menemukan buku yang dicari pengguna tersebut meminta bantuan pengguna, dan informasi yang dibutuhkan berguna untuk kebutuhan pendidikan, menambah wawasan dan kebutuhan hiburan. Kata Kunci : Perilaku informasi; Perilaku pencarian informasi; Taman Baca Masyarakat

Rabu, 09 Januari 2013

PERSEPSI MAHASISWA FIB UNDIP TERHADAP ELECTRONIC LIBRARY UPT PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS DIPONEGORO ( Students perceptions to Diponegoro University Electronic Library) Sri Ati Suwanto, dkk.

Abstract Electronic Library or often called E-Library growth rapidly and partly of libraries in Indonesia have used those concept. .Library of Diponegoro University has been operating E-library since 2005, and experienced many changes, whether from appearance, or information showed in the web. This E-Library used by the university to contribute the implementation of e-learning and e-research at Diponegoro University. This research is aimed to know students perception to the E-Library UNDIP’s service. The methods used in this research descripve kuatitative-kualitatif, by allottingquestionaires dan interviewing some respondents. The benefit of this research can hopefully improve Diponegoro University Library services, especially at E-Library service. The results of this study most of the students feel satisfy in serving given by the librarian concerning the convenience of web accessibility, the rapidity web acces, contents of the web, types and kinds of information provided by the Diponegoro University’s website. Meanwhile for frequency of web visitation most of the respondents are rare visiting the we. They said that it is caused by the collections are not up to date and the appearances are not interesting. For the librarians they said most of them are not friendly and hospitable. The student hope library should improve their service to meet their users needs.

Selasa, 08 Mei 2012

Tracer Study untuk Stakeholders

Anak-2/ Teman-2 alumni S1 Ilmu Perpustakaan UNDIP, Kami sedang melakukan Persiapan Akretasi agar S1 ILPUS tetap eksist dan untuk kepentingan adik-2 anda mudah mendapatkan pekerjaan. Untuk itu tolong segera berikan tracer study kepada pimpinan Anda, Tolong isikan nama lembaga Anda. Setelah itu kirimkan kembali ke jip@undip.ac.id, cc. sriati@undip.ac.id. secepatnya (dalam minggu ini) Tks bantuan Anda. ========================== TRACER STUDY JURUSAN ILMU PERPUSTAKAAN FAKULTAS ILMU BUDAYA UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG 2011 Jl. Prof. Soedharto, Tembalang 434-55 Telp. 024-76480619 www.jip-fib.undip.ac.id Kepada Yth. Bapak/Ibu ........................ Stakeholder Jurusan Ilmu Perpustakaan UNDIP Bersama ini kami sampaikan kuesioner tracer study kepada seluruh Stakeholder. Kami sangat berharap Bapak/Ibu dapat meluangkan waktu untuk mengisi kuesioner ini. Hasil dari kuesioner ini akan kami gunakan untuk persiapan Akreditasi dan merencanakan perbaikan sistem pembelajaran di Jurusan Ilmu Perpustakaan UNDIP. Mohon hasil pengisian kuesioner ini dikirimkan melalui e-mail putut3@undip.ac.id atau datang langsung ke Jurusan Ilmu Perpustakaan. ====================================== IDENTITAS DIRI 1. Nama Lengkap : 2. Instansi : 3. Jabatan 4. Pendidikan Tertinggi : 5. Alamat Rumah : Telp. 6. Alamat Kantor : Telp. 7. Nomor Handphone : 8. Alamat E-mail : 9. Alamat Facebook : ======================================= KOMPETENSI ALUMNI Pertanyaan atau pernyataan (indikator) berikut ini digunakan untuk mengetahui kompetensi alumni Jurusan Ilmu Perpustakaan UNDIP di lingkungan kerja Bapak/Ibu. Pilihlah jawaban dengan mengisikan angka disamping jawaban, yang Anda anggap sesuai. Sangat tidak baik Tidak baik Cukup Baik Baik Sangat Baik 1 2 3 4 5 1.Pengetahuan Bidang Ilmu perpustakaan 2. Ketrampilan Dalam Kerja 3. Pengembangan Diri 4. Kemandirian 5. Berpikir Lintas Disiplin Ilmu 6. Jiwa Kepemimpinan 7. 7. Ketrampilan 8. Kreativitas Dan Inovatif 10.Penggunaan Teknologi Informasi Masukan bagi Jurusan Ilmu Perpustakaan UNDIP Mohon partisipasi dari Bapak/Ibu dalam pertanyaan berikut ini, kontribusi berupa jawaban Bapak/Ibu akan digunakan untuk mengetahui saran-saran dari seluruh stakeholder Jurusan Ilmu Perpustakaan UNDIP. 1. Menurut Anda bekal keilmuan dibidang ilmu Perpustakaan, Dokumentasi dan Informasi keilmuan atau bidang apa yang sangat perlu ditambahkan keahliannya bagi lulusan Jurusan Ilmu Perpustakaan UNDIP: a. ……………...………..………..................................... b. ……………...………..………..................................... c. ……………...………..………..................................... d. ……………...………..………..................................... 2. Menurut Anda bekal tambahan apa yang diperlukan bagi lulusan Jurusan Ilmu Perpustakaan UNDIP untuk mendukung pekerjaan (soft skills): a. ……………...………..………..................................... b. ……………...………..………..................................... c. ……………...………..………..................................... d. ……………...………..………..................................... Terimakasih. Ketua Jurusan Ilmu Perpustakaan : Dra. Sri Ati, M.Si.

Minggu, 04 Desember 2011

Library 2.0

PERPUSINFO :

Selasa, 22 November 2011

Library 2.0

Layanan perpustakaan elektronik dengan konsep Library 2.0*)

Oleh:
Sri Ati Suwanto**)

Abstrak

Perpustakaan elektronik sudah merebak di Indonesia, baik itu perpustakaan Hibrida, maupun Digital. Tetapi yang telah melakukan layanan dengan konsep ‘Library 2.0’ (Perpustakaan 2.0) dapat dihitung dengan jari. Itupun belum sepenuhnya Perpustakaan 2.0. Pengertian Perpustakaan 2.0 adalah perpustakaan yang benar-benar beorientasi kepada pemakai, yang mendorong perubahan secara terus menerus, mengkreasikan layanan baik fisik maupun maya sesuai dengan keinginan pemakai, dan didukung dengan evaluasi layanan secara konsisten. Perpustakaan yang berorientasi kepada pemakai sangat dibutuhkan saat ini, agar perpustakaan tetap dikunjungi oleh pemakai. Oleh karena itu, artikel ini berusaha mengungkapkan jenis-jenis layanan yang dikembangkan dengan konsep ‘library 2.0, dengan menggunakan menggunakan metode tinjauan literatur. Hasil yang didapat dari penelitian ini adalah bahwa konsep Library 2.0 sudah ada yang diterapkan di beberapa perpustakaan. Layanan-layanan tersebut antara lain ditandai dengan adanya: Chat Reference, Blog dan wikis, jaringan sosial dalam perpustakaan, seperti Faceebook, MySpace, Flikr, RSS Feed, dan lain-lain.
Dengan adanya artikel ini diharapkan dapat menambah pengetahuan pustakawan dan calon pustakawan tentang bagaimana memberikan layanan terbaik di perpustakaan.

4. Kesimpulan
Library 2.0 adalah perpustakaan yang berorientasi pada pemakai dan dikendalikan oleh pemakai seutuhnya, yang menganjurkan perubahan yang beralasan dan terus menerus, dengan mengundang partisipasi pemakai dalam mengkreasikan layanan, baik secara fisik maupun maya sesuai dengan keinginan mereka, dan didukung oleh evaluasi layanan secara konsisten. Library 2.0 adalah penerapan teknologi yang didasarkan pada Web multimedia yang interaktif, kolaboratif, pada layanan perpustakaan dan koleksi yang berdasarkan Web.
Ciri paling jelas dari library 2.0 adalah terjadinya relasi interaktif, multiarah, dan partisipatif antara pengguna dan pustakawannya, serta sistem kerja dan koleksi yang bersifat kolaboratif (dari banyak sumber) selalu dinamis. Praktik library 2.0 di Indonesia dapat ditandai dengan mulai berkembangnya software sistem otomasi perpustakaan (SOP). Baik yang bersifat gratis (open source, seperti ”Senayan” dan ”Athenaeum Light”) maupun yang berbayar.
Ciri-ciri layanan Library 2.0 adalah ditandai dengan adanya layanan-layanan :
1) ‘Chat Reference’ atau ‘Instance messaging’ yaitu layanan yang dapat langsung berbungan dengan pustakawan secara On-line, tanpa menunggu waktu untuk mendpatkan balasannya.
2) Media Streaming, yaitu salah satu bagian dari layanan Chat Reference, yang menambahkan pangkalan data tutorial dengan bahan ajar On-line ( Peer Reviewed Instructional Material Online / PRIMO). Dalam prakteknya dapat dilakukanan dengan penambahan layanan Repository Digital.
3) Blog dan Wikis. Blogs untuk perpustakaan-perpustakaan merupakan bentuk lain dari publikasi. Wiki utamanya adalah halaman Web yang terbuka, dimana setiap orang yang terdaftar dengan Wiki dapat mempublikasikannya, mengembangkannya dan merubahnya. Hal tersebut dapat merubah kepustakawanan, pengembangan koleksi yang kompleks dan instruksi keberaksaraan informasi (information literacy).
4) Jaringan sosial. MySpace, Facebook, Del.icio.us, Frappr dan Flickr, adalah jaringan kerja yang telah menikmati popularitas besar-besaran dalam Web 2.0. Jaringan sosial lain yang patut dilakukan di perpustakaan adalah ‘LibraryThing’ yang memungkinkan pemakai mengkatalog buku mereka sendiri dan melihat apa yang dilakukan pemakai lain men-share-kan buku tsb.
5) Tagging (Pe-ngetag-an). Dalam Library 2.0 pemakai dapat me-ngetag koleksi perpustakaan dalam katalog dengan menambahkan kata (Subjek) yang umum dipakai di masyarakat, tanpa membuang subjek yang telah dibuat pustakawan; dan oleh karenanya pemakai berpartisipasi dalam proses pengatalogan. Pe-ngetag-an (Tagging ) membuat penulusuran tambahan menjadi lebih mudah.
6) RSS Feed. RSS Feeds dan teknologi lainnya yang semacam memberikan kepada pemakai suatu cara untuk mempersatukan dan mempublikasikan kembali isi dari situs lain atau blogs, mengumpulkan isi dari dari situs lain ke dalam suatu tempat tersendiri. Setelah perpustakaan mengkreasikan RSS Feeds untuk pemakai untuk melanggannya, termasuk meng up-date artikel-artikel baru dalam suatu koleksi, layanan baru, dan isi baru dalam pangkalan data langganan, perpustakaan tersebut juga mempublikasikan kembali isi dari situs mereka.
7) Mashups. Mashup adalah aplikasi yang dicangkokkan, dimana dua atau lebih layanan digabung ke dalam satu layanan yang benar-benar baru. Library 2.0 adalah mashup. Mashup tersebut adalah suatu blog hibrida (suatu blog yang dihasilkan dari 2 sistem yang berbeda), wikis, media streaming, pengumpul isi, berita instant, dan jaringan sosial. Library 2.0 mengingatkan pemakai ketika mereka masuk (Log-in) kedalam suatu sistem. Library 2.0 memperbolehkan pemakai mengedit data OPAC dan metadata, menyimpan tag pemakai, surat menyurat instant dengan pustakawan, memasukkan data wiki dengan pemakai lain, dan mengkatalog semua tentang hal tsb. dengan pemakai lain.
Model spesifik dari Perpustakaan 2.0 akan berbeda untuk setiap perpustakaan. Setiap perpustakaan mempunyai titik permulaan yang berbeda. Melalui kolaborasi antara staf dan pemakai, akan dapat mengembangkan ide yang jelas tentang bagaimana model ini dapat bekerja untuk perpustakaan Anda.

DAFTAR PUSTAKA
1.Casey, Michael E. dan Laura C. Savastinuk, 2006. Library 2.0 :Service for the
next-generation library-- Library Journal, 9 Januari.
2.Levine, Jenny .January 30, 2006. Library 2.0 in the Real World. ALA Tech Source.
www.ALA TechSource.
3.Miller, Paul. 2005. Web 2.0: Building the New Library, Ariadne Issue, No.45,
Oktober.
4.Jack M., Maness , 2006. Library 2.0 Theory: Web 2.0 and Its Implications for
Libraries Webology, Volume 3, No. 2, June.
5.Pendit, Putu Laxman, 2009. Perpustakaan Digital : Kesinambungan dan dinamika.
Jakarta: Cita Karya Mandiri.
6.Shanhi, R. ( 2006 ) . Web 2.0: data, metadata, and interface, dalam Maness, Jack
M. Library 2.0 Theory: Web 2.0 and Its Implications for Libraries , Webology,
Volume 3, Number 2, June, 2006
7.Sulistyo-Basuki, 1993. Pengantar Ilmu Perpustakaan. Jakarta: Gramedia Pustaka
Utama.
8.Sudarsono, Blasius, 2009. Menerapkan konsep Perpustakaan 2.0. Makalah disampaikan
pada Workshop Libray 2.0: Challenge and opportunities to Library management,
Semarang , Jurusan Ilmu Perpustakaan, Universitas Diponegoro

------------------
Untuk artikel lengkap silahkan kirim email ke : tikasuwanto@gmail.com

Rabu, 24 Agustus 2011

Tracer Stusy

PERPUSINFO :


TRACER STUDY
JURUSAN ILMU PERPUSTAKAAN
FAKULTAS ILMU BUDAYA
UNIVERSITAS DIPONEGORO
SEMARANG
2011
Jl. Prof. Soedharto, Tembalang,
Telp. 024-76480619
www.jip-fib.undip.ac.id



Kepada Yts. Alumni Jurusan Ilmu Perpustakaan UNDIP,
bersama ini kami sampaikan kuesioner tracer study kepada seluruh Stakeholder. Kami sangat berharap Bapak/Ibu dapat meluangkan waktu untuk mengisi kuesioner ini. Hasil dari kuesioner ini akan kami gunakan untuk persiapan Akreditasi dan merencanakan perbaikan sistem pembelajaran di Jurusan Ilmu Perpustakaan UNDIP.

Mohon hasil pengisian kuesioner ini dikirimkan melalui e-mail putut3@undip.ac.id atau jipundip@gmail.com. datang langsung ke Jurusan Ilmu Perpustakaan.

IDENTITAS ALUMNI
1. Nama Lengkap :
2. Tempat Tanggal Lahir :
3. Instansi :
4. Alamat Rumah :


Telp.
5. Alamat Kantor :


Telp.

6. Nomor Handphone :
7. Alamat E-mail :
8. Alamat Facebook :

KONDISI WAKTU STUDI

1. Lama studi di UNDIP : ............ semester
2. Berapakah Indeks Prestasi Kumulatif kelulusan yang dicapai : ...............
3. Apakah Saudara berorganisasi ketika masih menjadi mahasiswa di UNDIP?
a. Iya
Organisasi apa, sebutkan …………………………….……………………………………………………….........
b. Tidak
Berikan Alasannya ……………………………………………………………………………………………………..

RIWAYAT PEKERJAAN

1. Lama menunggu pekerjaan :
a. < 6 bulan c. > 12 – 18 bulan
b. > 6 - 12 bulan d. > 18 bulan

2. Sumber informasi pekerjaan diperoleh dari :
a. Media Cetak c. Teman e. Orang Tua/Saudara
b. Media Elektronik d. Alamater/Fakultas f. Lainnya ...................

3. Gaji pertama Anda (Rp) :
a. < 1 juta c. > 3 - 5 juta
b. > 1 – 3 juta d. > 5 juta

4. Apakah aktivitas pekerjaan anda saat ini secara langsung berkaitan dengan bidang perpustakaan?
a. Ya, sebutkan ………………………………………………………………………………………………………
b. Tidak

5. Apakah materi yang anda peroleh di Jurusan Ilmu Perpustakaan sesuai dengan bidang yang anda tekuni?
a. Terpenuhi c. Kurang
b. Cukup d. Sangat Kurang

6. Apakah Anda akan merekomendasikan jurusan Ilmu Perpustakaan UNDIP sebagai pilihan bagi saudara/teman dalam memiilih jurusan di perguruan tinggi?
a. Iya
b. Tidak, dengan alasan …………………………………………………………………………………………

7. Apabila Jurusan Ilmu Perpustakaan UNDIP membuka Program S2 Ilmu Perpustakaan, apakah Anda akan melanjutkan jenjang pendidikan di UNDIP?
a. Iya
b. Tidak, dengan alasan memilih Univeristas lain
(UI, UNPAD, UGM, UIN SunanKalijaga)* di lingkari
c. Alasan lain …………………………………………………………………………………………………………


Bagi alumni yang waktu studi di Jurusan Ilmu Perpustakaan berasal dari Program Reguler II (Lintar Jalur) mohon meneruskan ke pertanyaan berikut ini:

8. Apa yang menjadi motivasi Anda untuk meneruskan studi di jurusan Ilmu Perpustakaan UNDIP?
a. Mencari keilmuan di bidang perpustakaan
b. Untuk menunjang karir
c. Alasan lain, sebutkan …………………………………………………………………………………………



MASUKAN BAGI JURUSAN ILMU PERPUSTAKAAN UNDIP

1. Apakah materi pendidikan di Jurusan Ilmu Perpustakaan UNDIP bermanfaat untuk pekerjaan Anda?
a. Ya, seluruhnya
b. Ya, sebagian (...........%)

2. Menurut Anda bekal tambahan apa yang diperlukan bagi lulusan Jurusan Ilmu Perpustakaan UNDIP untuk mendukung pekerjaan (soft skills):

a. ……………...………..………..........................................
b. ……………...………..………..........................................
c. ……………...………..………..........................................
d. ……………...………..………..........................................

3. Saran untuk Jurusan Ilmu Perpustakaan UNDIP:

a. Pengembangan institusi (Internal dan Eksternal):

b. Pengembangan kurikulum (mata kuliah, praktek, teori, dan beban SKS):

c. Pengembangan infra struktur dan sarana prasarana *) Sejak bulan Maret 2011 semua aktivitas perkuliahan telah pindah dari kampus Pleburan ke Tembalang

d. Pengembangan kemahasiswaan :




Minggu, 23 Januari 2011

Sabtu, 08 Januari 2011

Hasil penelitian : Pemanfaatan Sistem Temu Kembali Informasi di layanan Local Content UPT Perpust UNDIP : Studi kasus Th 2009

Sri Ati Suwanto, dkk
A. Pendahuluan
Penelitian ini mengkaji pemanfaataan sistem informasi perpustakaan khususnya sistem simpan dan temu balik informasi di UPT Perpustakaan Universitas Diponegoro berdasarkan persepsi pemakai. Dalam hal ini akan dikaji lebih lanjut apakah penerapan sistem teknologi informasi temu balik sudah memenuhi harapan pemakai atau belum Tujuan penelitian ini secara umum adalah untuk mengetahui pemanfaatan sistem temu balik informasi oleh pemakai untuk menemukan kembali informasi yang dibutuhkan;
Tujuan khusus penelitian ini adalah mengkaji persepsi pemakai terhadap pemanfaatan Sistem Temu Balik Informasi di lembaga tersebut di atas dan apakah mereka puas terhadap layanan Local Content.
Populasi dalam penelitian ini adalah pemakai Layanan Penelusuran atau Temu kembali informasi di UPT Perpustakaan UNDIP. Jumlah pengunjung di UPT Perpustakaan UNDIP rata-rata per hari 200 orang. Menurut Singarimbun, jika penelitian menggunakan statistk non parametrk maka sampel 10 %, sudah cukup mewakili. Oleh karena itu jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 10 % dari 200 pengunjung = 20 orang.
Objek penelitian ini adalah : Pemakai Layanan Penelusuran Informasi UPT Perpustakaan UNDIP dan Sistem Temu Kembali Informasi.
Sedangkan subjek penelitiannya adalah :
• Koleksi perpustakaan dan,
• Persepsi Pemakai
Metode penelitan yang digunakan adalah kuesioner tertutup, wawancara tidak terstruktur dan observasi untuk memperoleh gambaran lengkap tentang efektifitas system temu kembali di UPT Perpustakaan UNDIP. Pengolahan data dilakukan dengan analisa kuantitatif dan kualitatif. Analisa kuantitatif digunakan untuk mengetahui efektifitas system, dan analisa kualitatif untuk mendeskripsikan persepsi pemakai terhadap sistem informasi perpustakaan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden menyatakan bahwa mereka sebagian besar memanfaatkan perpustakaan, dan menyatakan cukup puas terhadap sistem informasi yang digunakan di UPT Perpustakaan UNDIP,khususnya pada layanan Local Content, terutama pada kejelasan dan kemudahan sistem, keakuratan dan kesesuaian hasil penelusuran, tetapi hanya sebagian kecil responden yang menyatakan puas dan sangat puas terhadap sistem layanan ini. Disamping itu sebagian besar responden juga menyatakan cukup puas terhadap koleksi yang dilayankan, baik pada cara penyajian, kecepatan layanan, maupun terhadap kandungan koleksi Local content atau repository, dan hanya sebagian kecil yang menyatakan puas dan sangat memuaskan terhadap koleksi yang dilayankan.